Semifinal Leg 2 Indonesia vs Singapura

Dinilai Kontroversi, Kemenangan Timnas Atas Singapura Jadi Viral

Tim nasional Indonesia berhasil menumbangkan Singapura, dalam laga leg kedua Piala AFF 2020.

Kemenangan kontroversi Timnas Indonesia menjadi sorotan salah satu media olahraga Amerika Serikat.

Media olahraga Amerika Serikat itu adalah espn, yang berlokasi di wilayah Asia, yakni espnasia.

Sorotan itu diperlihatkan oleh espnasia melalui akun Instagram resminya, beberapa saat usai laga Timnas Indonesia vs Singapura berakhir.

Tonton Video : Indonesia vs Singapura, dari Momen Hingga Meme

“Piala AFF 2020 kembali menghadirkan laga kontroversial dan mendebarkan pada hari Sabtu,” tulis espnasia.

“Tapi Timnas Indonesia menjadi tim pertama yang lolos ke final, usai mengalahkan delapan pemain Singapura!” tambah espnasia

 

Laga Timnas Indonesia vs Singapura sendiri memang berlangsung sangat seru, dengan bumbu kontroversi di dalamnya.
Salah satu kontroversi yang terlihat jelas adalah saat Pratama Arhan menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Pemain PSIS Semarang itu terlihat offside, namun hakim garis tidak mengindahkannya dan mengesahkan gol tersebut.

Selain itu, tiga kartu merah yang dikeluarkan oleh wasit Qasim Matar Ali Al-Hatmi kepada Singapura juga menjadi sorotan kontroversi.

Namun, bila ditelaah lebih dalam, tiga kartu merah yang didapatkan Singapura dirasa pantas karena memang benar-benar melakukan pelanggaran yang berlebihan

Seperti yang dialami oleh Safuwan. Dirinya emosi dijaga ketat oleh pemain Timnas Indonesia, Rachmat Irianto, hingga mendorong bek milik Persebaya tersebut.

Tak ayal, Safuwan pun langsung mendapatkan kartu kuning kedua di laga tersebut, dan mengubahnya menjadi kartu merah.

Kemudian ada Irfan Fandi, yang langsung mendapatkan kartu merah usai menyikut Irfan Jaya di menit ke-67.

Terakhir adalah kiper Hassan Sunny, yang juga melakukan pelanggaran berat di luar kotak penalti saat berhadapan dengan Irfan Jaya hingga membuat winger Persebaya itu terpelanting di lapangan.(*)

Viral, Beredar Video Jual Beli Hasil Swab

MarwahSumbar.com – Viral sebuah video di media sosial dengan narasi ‘Jual Hasil Swab di Bus Harga Rp 90 Ribu’. Polri pun telah melakukan penelusuran terkait hal tersebur.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin menyampaikan, peristiwa yang terjadi tidaklah sesuai dengan narasi yang disampaikan dalam video tersebut.

“Itu video sepotong,” tutur Edwin saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (27/7/2021).

Edwin menjelaskan, peristiwa itu terjadi di KM 33 Rest Area Kalianda, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat 23 Juli 2021. Berdasarkan penyelidikan, seluruh prosedur surat hasil rapid antigen Covid-19 dijalankan sesuai aturan.

“Bahwa benar, klinik Assalam Medical Centre 3 pada hari Jumat melaksanakan pemeriksaan rapid antigen terhadap penumpang bus yang akan menyeberang ke Merak melalui pelabuhan Bakauheni,” kata dia.

Menurut Edwin, klinik tersebut memang bekerjasama dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan pihak terkait lainnya untuk membuka jasa pelayanan swab antigen Covid-19 bagi para pelaku perjalanan, dengan biaya Rp 90 ribu.

“Setiap penumpang yang telah dilakukan rapid test langsung naik ke atas bus menunggu hasilnya, dan setelah hasilnya keluar dan dibuatkan surat keterangan, petugas rapid membagikan surat keterangan kepada para penumpang yang nonreaktif atau negatif, sambil meminta biaya pemeriksaan, dan apabila para penumpang ditemukan ada yang reaktif atau positif, maka penumpang tersebut dipanggil dan diarahkan oleh petugas agar tidak melanjutkan perjalanan,” kata Edwin.

Edwin mengatakan, pihaknya akan memeriksa pengambil video tersebut. Penyidik pun telah mengantongi identitasnya untuk dimintai keterangan.

“Ini dia orang Jambi. Kita akan segera periksa,” Edwin menandaskan.

Viral di Media Sosial

Sebuah video memperlihatkan seorang ibu mengenakan pakaian APD lengkap warna putih menawarkan hasil swab tes di dalam bus.

Wanita paruh baya dalam video itu mengaku bahwa harga per hasil swab tes Rp 90 ribu. Hal itu ia katakan saat ditanya oleh salah satu penumpang yang tengah memidiokan aksinya.

“Bayar berapa itu Bu?,” tanya pria dalam video.

“90 Pak,” jawab wanita tersebut.

Ibu itu mengaku hasil swab tes berlaku selama 24 jam.

Video itu dibagikan oleh akun Instagram @sumsel_aktif, Senin (26/7/2021).

Akun tersebut menjelaskan bahwa kondisi mobil saat ini tengah berada di dalam tol.

Ketua Yayasan An Naajiya, Ustad Desman, MA beserta pengurus lainnya

Jaga Persatuan Patuhi Protokol Kesehatan

Untuk menegakkan suatu negara besar seperti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), butuh perjuangan berat. Banyak pahlawan bangsa yang gugur memperjuangkan, menegakkan dan mempertahankannya. Atas berkat rahmat Allah SWT, negeri ini dapat dimerdekakan melalui perjuangan pahlawan

Hal itu disampaikan Ketua Yayasan An Naajiya, Ustad Desman, MA,  terkait makin mengkhawatirkannya penyebaran hoax dan ketidakpedulian terhadap protokol kesehatan (Prokes). Menurutnya, bangsa dan negara ini didirikan oleh founding father dengan mengusir para penjajah.

Pendiri bangsa dan negara ini telah membuat kesepakatan menjadikan bangsa dan negara ini majemuk dan prural. Yakni, terdiri dari suku bangsa, ras dan agama yang berbeda-beda. Namun, menjadi satu kesatuan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Konsep dasar Pancasila sebagai penyatu beragamnya suku, ras dan agama. Untuk mempertahankan keutuhan bangsa dan negara ini, generasi saat ini juga sepakat dengan apa yang telah dicetuskan pendiri bangsa ini. “Yakni Pancasila sebagai rujukan bernegara, menjaga persatuan dan kesatuan dan perdamaian,” tegasnya.

Tonton Video : Para Pemburu Maslahat

 

Menurutnya, tidak mungkin negara yang besar ini bersatu tanpa toleransi satu sama lainnya. Negara yang besar ini dapat memahami perbedaan. “Dapat memahami perbedaan dan perbedaan tidak jadi ukuran untuk berpecah belah,” tegasnya.

Atas dasar hadirnya bangsa dan negara ini, Desman mengajak masyarakat, untuk menolak isu-isu hoax yang meruntuhkan persatuan dan kesatuan. Mereka yang menyebar isu-isu hoax merupakan orang- orang yang tidak bertanggungjawab yang menginginkan kehancuran negara ini. “Harus kita tepis, kembalikan kepada pihak yang berhak menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Desman mengatakan, pemimpin bangsa dna negara ini, mulai dari presiden, gubernur, bupati, wali kota, camat, lurah kepala desa, adalah pemimpin yang harus didengarkan. “Tidak ada alasan bagi kita untuk memboikot dan menentang pemimpin yang kita angkat bersama,” tegasnya.

NKRI menurutnya, harus dijaga dan dibela. NKRI merupakan negara yang aman, damai dan tentram. Di mana di NKRI inilah, masyarakatnya dapat beribadah tanpa ada paksaan, dapat melakukan aturan agama tanpa kekangan, bebas bicara yang dilindungi undang-undang.

“Kita harus memberikan yang terbaik. Jangan jadi pemicu untuk perpecahan. Isi kemerdekaan untuk kehidupan yang damai. Jangan jadi pemicu pemecah-belah. Mari jaga NKRI,” imbaunya.

Agama Islam menurutnya tidak saja rahmat bagi manusia, tapi juga hewan lingkungan sekitar. “Tidak ada alasan mengatasnamakan Islam dan jihad, menghalalkan darah saudara kita yang tidak bersalah, darah saudara kita yang menjaga keamanan bangsa dan negara ini. Merekalah yang terdepan yang harus kita lindungi. Karena mereka yang terdepan menjaga keutuhan bangsa dan negara ini,” imbaunya.

Desman juga mengingatkan, dengan adanya musibah wabah Covid-19 yang melanda masyarakat di Indonesia dan belahan negara di dunia lainnya saat ini, masyarakat agar dapat mengembalikan kepada Allah SWT. Karena semuanya adalah kehendak Allah SWT.

Masyarakat juga diminta agar selalu patuhi aturan yang ditetapkan oleh pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin untuk menghindari wabah Covid-19 ini.

Anggota Satlantas Polres Pasbar gelar olah TKP Lakalantas di Kinali

Lakalantas, Dua Nyawa Melayang di Kinali

MARWAHSUMBAR.com – Pengendara dan boncengannya tewas akibar kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di Jalan Raya Kinali Sei Paku, Jorong IV Koto, Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat Sabtu 20 Maret 2021, sekira pukul 10.00 Wib.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Sugeng Hariyadi diwakili Kasat Lantas Polres Pasaman Barat Iptu Indra KS dalam keterangannya mengatakan, kejadian berawal saat mobil ambulance jenis ford milik Puskesmas Parit BA 9033 SD dikemudikan Yadi datang dari arah Simpang Empat.

Saat sampai di tempat kejadian perkara (TKP) menabrak sepeda motor Suzuki smash yang datang dari arah yang sama.

Sepeda motor tersebut hendak berbelok ke kanan jalan tanpa memperhatikan kendaraan lainnya yang datang dari belakang. “Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujarnya.

Kedua korban merupakan pengendara dan penumpang sepeda motor Suzuki Smash BA 5073 QD. Identitas korban diketahui bernama Saharbel yang membawa sepeda motor dan penumpang Musnimar.

“Sesaat setelah kejadian, polisi melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti kedua korban sebelum diserahkan ke pihak keluarga dibawa ke Puskesmas IV Koto Kinali,” jelasnya. (S/B)



 

Praktek penggandaan uang

Praktek Penggadaan Uang Hebohkan Dunia Maya

Padang –Berbagai cara untuk mengais rezeki dilakukan demi memenuhi kebutuhan. Malahan tidak sedikit dengan cara mengambil jalan pintas. Seperti yang lagi viral, yakni praktek penggandaan uang dalam jumlah besar. Mereka tak perlu lagi peraas keringat banting tulang.

Video praktek penggandaan uang pecahan Rp 100 ribu berdarah di Media Sosial (Medsos). Menariknya, dalam video yang berdurasi 12 menit 03 detik itu, terlihat seorang pria berambut gondrong memainkan jenglot dan kotak hitam.

Pria yang awalnya tengah menggendong bocah perempuan itu memainkan jenglot dan dibungkus dalam kantong plastik berwarna hitam.

Tonton video penggandaan uang

Bahkan dalam video tersebut terlihat pecahan uang Rp 100 ribu terus keluar dari kotak hitam. Praktek penggandaan uang itu juga disaksikan oleh beberapa laki-laki yang seakan salut dengan praktek tersebut.

Namun, belakangan identitas sang pengganda uang tersebut mulai terungkap. Pria gondrong yang sempat viral di media sosial itu, adalah Herman. Sebagaimana dilansir oleh beberapa media nasional, pria tersebut telah dijemput, Polres Metro Bekasi pada Ahad (21/3/2021) malam untuk diminta keteranganya terkait aksi menggandakan uang.



 

Asteroid

Bumi Terancam Asteroid Besar dari Luar Angkasa

MARWAHSUMBAR.com, Jakarta – Benda antariksa yang jatuh, tak selalu menimbulkan bahaya bagi kehidupan di Bumi. Walaupun memang ada benda-benda jatuh yang menimbulkan potensi bahaya dari skala regional, nasional, maupun global.

Benda antariksa yang jatuh ke Bumi bisa berupa buatan seperti satelit dan komponennya, atau berupa alami seperti meteor, komet, atau asteroid.

Rhorom, Peneliti Pusat Sains Antariksa dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Pussainsa LAPAN) sebagaimana dilansir idtoday, menjelaskan jika benda antariksa alami seperti meteor yang jatuh dengan ukuran 1 meter, tidak memiliki ancaman apapun bagi Bumi.

Namun, kalau asteroid dengan ukuran di atas 10 meter, atau standar internasionalnya berukuran 140 meter, tentu itu sudah berbahaya dan mengancam kehidupan.

Rhorom mencontohkan, kepunahan dinosaurus dipercaya karena jatuhnya asteroid yang sangat besar. Bukan berarti asteroid itu menimpa langsung dinosaurus hingga punah, tetapi efek global yang ditimbulkan akibat jatuhnya asteroid tersebut.

“Terjadi perubahan iklim yang menyebabkan pendinginan global dan memicu kepunahan dinosaurus,” jelasnya, saat Live Instagram yang dilakukan Pussainsa LAPAN, Rabu (17/2/2021).

Di era saat ini, untuk mencegah asteroid besar jatuh ke Bumi, manusia bisa menembakan misil balistik untuk menghancurkan asteroid tersebur bahkan sebelum sampai ke atmosfer Bumi.

Sayangnya, Rhorom mengaku Indonesia belum memiliki teknologi seperti itu. Misil balistik yang dimiliki Indonesia belum bisa meluncur sampai ke luar angkasa.

Dengan begitu, Indonesia amat sangat mengandalkan kolaborasi internasional. Pemantauan yang dilakukan pun masih secara internasional, untuk mencari info dan update jika muncul potensi seperti itu.

Artinya, jika suatu saat ada asteroid besar berpotensi jatuh di Indonesia, pemerintah akan meminta tolong dan mendesak negara-negara lain yang sudah memiliki roket yang mempuni untuk meluncurkan misil balistik ke asteroid tersebut.

“Kita bisa bantu dukungan moral dan material. Tapi teknologi kita belum punya proteksi untuk bencana semacam ini,” tambah Rhorom.

Kendati demikian, perlu digaris bawahi, bahwa kejadian jatuhnya asteroid besar semacam ini sangat jarang terjadi. Artinya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. “Mungkin sekali dalam sekian ratus abad,” kata Rhorom, mengingatkan.

Di sisi lain, hingga saat ini Indonesia belum memberikan kontribusi apapun dalam observasi pemantauan luar angkasa secara internasional. Namun, entitas astronomi di Indonesia sedang menuju ke sana.

“Kalau seandainya ada asteroid lewat yang belum dikenali, diharapkan bisa kita amati dulu dan diprediksi,” tandas Rhorom.