Cangkang Telur

Cangkang Telur Bermanfaat Bagi Tubuh

MARWAHSUMBAR.com – Telur merupakan makanan favorit banyak orang. Selain digunakan untuk sambal dengan nasi juga ada diciptakan untuk kudapan. Malahan tak enak menikmati mie instan tanpa dilengkapi telur. Satu hal lagi, salah satu minuman favorit di Ranah Minang adalah teh talua (telur).

Baca juga : 15 Destinasi Kuliner Terfavorit di Kota Padang

Namun, banyak yang tak tahu, ternyata cangkang telur juga bermanfaat bagi tubuh. Saking tak tahunya, cangkang telur malahan jadi limbah.

Tekstur cangkang telur yang keras sendiri terbuat dari kalsium karbonat (bentuk kalsium yang paling umum). Kalsium sendiri adalah salah satu mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Kalsium dibutuhkan agar tubuh selalu berfungsi dengan baik.
Manfaat Cangkang Telur bagi Tubuh

Berikut adalah manfaatnya yang dikutip dari akun Instagram Disdik Jabar:

1. Memenuhi Kebutuhan Kalsium Harian

Kandungan kalsium pada cangkang telur lebih cepat diserap oleh tubuh daripada suplemen kalsium. Kalsium sendiri berfungsi menjaga kekuatan tulang dan gigi, kalsium juga dibutuhkan untuk membantu jantung memompa darah ke seluruh tubuh dan membuat detak jantung lebih teratur.
2. Mencerahkan Wajah

Cangkang telur juga dapat mencerahkan wajah. Kalian dapat melakukannya dengan mengambil satu putih telur dan bubuk kulit telur. Masukkan ke dalam wadah, aduk, lalu oleskan ke wajah. Biarkan mongering dan bilas dengan air.

Jika kalian rutin melakukan hal ini akan membantu kulit lebih sehat dan cerah.

3. Mengatasi Nyeri Sendi

Kulit telur juga membantu mengatasi nyeri sendi. Kulit telur mengandung nutrisi yang dapat meningkatkan kesehatan sendi, seperti kolagen, kondrotin, glukosamin, dan asam hyaluronik. Gunakan bubuk cangkang telur untuk mengatasinya.

4. Menyembuhkan Infeksi Kulit

Cangkang telur ternyata dapat menyembuhkan infeksi kulit. Caranya dengan memasukkan bubuk kulit telur ke dalam secangkir cuka sari apel dan biarkan selama beberapa jam. Kemudian oleskan campuran ini di atas luka atau kulit yang teriritasi. Dalam beberapa menit, luka kalian akan membaik.

Cara Mengolah Kulit Telur

Walaupun membutuhkan waktu ternyata tidak sulit mengolah cangkang telur. Pertama rebus cangkang telur untuk membunuh semua bakteri didalamnya. Kemudian panggang dalam oven dengan suhu 200 derajat Fahrenheit selama 10-15 menit. Lalu haluskan dengan food processor atau tumbuk hingga halus seperti bubuk.

Malahan, saat ini ternyata sudah banyak perusahaan industri makanan yang mengolahnya sebagai suplemen kalsium alami.

Cangkang telur yang sudah berbentuk bubuk juga bisa dicampurkan dalam smoothies ataupun adonan kue.

Baca juga : Lembah Anai Mengganas, Ratusan Kendaraan Terjebak

Risiko konsumsi cangkang telur

Cangkang telur memang tidak umum dikonsumsi. Namun, cangkang telur aman dikonsumsi jika kamu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  • Pastikan cangkang telur dihaluskan sampai benar-benar halus menyerupai bubuk. Karena kalau teksturnya masih kasar, rawan melukai dinding tenggorokan.
  • Sebelum ditumbuk, pastikan cangkang telur sudah bersih dan sudah benar-benar kering. Agar ketika dihaluskan daya simpannya lebih lama dan tidak cepat tumbuh jamur.
  • Pastikan merebusnya hingga airnya mendidih untuk menghilangkan bakteri salmonella

Harga Migor Masih Mahal di Pasar Tradisional

Padang – Menunaikan tugas pengawasan terhadap jeritan masyarakat yang tercekik atas harga minyak goreng (Migor) Anggota DPR RI Hj Nevi Zuairina seruduk pasar tradisional.

“Saya mau pastikan teriakan saya saat rapat kerja dengan kementerian perdagangan beberapa waktu lalu, ngefek nggak?,” ujar Hj Nevi Zuairina Minggu 26 Desember 2021 di Padang.

Aksi seruduk pasar tradisionil dilakukan wakil rakyat RI dari PKS ke Pasar Nagari Sintuk Padang Pariaman.

“Selain memastikan harga Migor, ibu juga memastikan harga kebutuhan pokok rakyat pada Libur Nataru tahun ini,” ujar Nevi.

Saat dialog dengan pedagang pasar di Nagari Sintuk itu, Hj Nevi memahami keluhan pedagang.

“Kalau Migor harga mulai turun tapi tetap saja masih sulitkan masyarakat. Pedagang tetap menjerit karena anjloknya daya beli,” ujar Nevi.

Nevi mengakui anjloknya daya beli di banyak pasar tradisionil karena dampak Pandemi Covid-19 yang menuju dua tahun.

“Covid-19 berdampak kepada kemerosotan ekonomi sehingga daya beli di banyak pasar tradisionil terkena imbas penurunan,” ujar Nevi.

Hj Nevi berharap pedagang tetap sabar dan mengontrol modalnya. “Insya Allah dengan Protokol Kesehatan dan vaksinasi, pandemi covid-19 segera berakhir dan ekoboni negeri bisa bangkit lagi,” ujar Hj Nevi. (***)

Petani Bawang dan Pokdarwis Sampaikan Keluhan

Padang Pariaman –  Manfaatkan masa istirahat atau reses persidangan 1, HM. Nurnas mengunjungi Lubuk Nyarai, nagari Salibutan dan petani bawang nagari Singguliang Padang Pariaman.
Di lokasi pariwisata didapatkan berbagai keluhan disampaikan masyarakat, yang disampaikan walinagari.

Diantaranya, dampak pandemi Covid-19, membuat pengunjung menjadi sepi. Sehingga berdampak pada pendapatan masyarakat.
Selain itu, walinagari meminta melalui HM Nurnas agar dibuatkan jalan untuk ojek lebar 1 atau 1,5 meter jalan rabat beton menuju ke lokasi lubuk Nyarai yang sekarang ini masih jalan tanah. Hal ini, untuk memudahkan wisatawan menuju lokasi, yang ramai datang karena keindahannya serta untuk camping dan hiking.

Kelompok sadar wisata Lubuk Nyarai meminta, agar pemerintah menggandeng stakeholder selular membangun tower, agar internet bisa diakses.
“Keinginan masyarakat khususnya Pokdarwis meminta disamping membangun jalan tersebut juga butuh lampu penerangan jalan bisa ditingkatkan. Termasuk internet juga amat dibutuhkan, dengan kebijakan pemerintah menggandeng stakeholder selular,”
“Kita merespon hal ini tentu akan diperjuangkan dan disampaikan agar perekonomian masyarakat tumbuh, ulas Nurnas.

Ditambahkannya, akses jalan menuju ke lokasi. Terutama daerah Sikayan juga sudah terjadi kerusakan robohnya turab penahan tebing Sungai yang sudah sangat lama tidak ada perhatian dari Balai Sungai.
Ini perlu gerak cepat pemerintah khususnya Balai Sungai, agar segera memperbaiki, sehingga tidak terjadi akses jalan putus.
“Meskipun daerah ini tersuruk, namun memiliki keindahan alam yang luar biasa, ada lubuk, goa dan lain sebagainya, dengan adanya lokasi wisata ini maka ilegal logging menjadi habis, tingkat kenakalan remaja juga jauh berkurang, maka perlu adanya perhatian khusus, sehingga pendapatan masyarakat melalui pariwisata dapat ditingkatkan, ini merupakan kunjungan saya kedua, dan akses jalan menjadi fokus saat ini,” ungkap Nurnas.
Ditegaskan Nurnas, ketika stadium utama nanti selesai, maka akses jalan bukan lagi hal yang harus ditunda. Agar segera dilakukan pembangunan atau perbaikannya oleh pemerintah.

“Meskipun daerah tersebut belum ada home stay, namun saat ini masyarakat sudah membuat beberapa pos. Namun sudah banyak yang perlu diperbaiki, dan masyarakat menginginkan daerah ini menjadi Desa wisata,” tambah Nurnas lagi.

Usai mengunjugi daerah wisata Lubuk Nyarai Nagari Salibutan, HM. Nurnas yang merupakan sekretaris komisi 1 dari fraksi Partai Demokrat dari Dapil 2, mengunjungi Nagari Singguliang Kec. Lubuk Alung perkumpul dengan petani bawang.
Ketika mengunjungi Singguliang, Nurnas mendapatkan bagusnya irigasi, hamparan sawah cukup luas, aspirasi dari masyarakat, membutuhkan combaine, dan peralatan lainnya untuk meningkatkan hasil pertanian.

Masyarakat juga meminta solusi untuk menstabilkan harga pupuk, sehingga dapat terjangkau masyarakat, karena subsidi pupuk sudah dihapuskan, dan panen sekarang berkurang karena diserang wereng.

Selain itu, dengan irigasi Sekunder bagus akan tetapi juga perlu pembuatan dan perbaikan irigasi banda sawah, termasuk juga jalan tani untuk mengangkat benih, pupuk dan hasil pertanian, saat ini jalan tersebut belum ada.

Ada keunikan di nagari Singguliang, kelompok Tani Harapan Jaya dengan ketua kelompoknya Yusuf, wali korong Singguling 2 sdr. Fiski Pernando, mereka ini bertanam bawang yang sudah cukup lama, padahal daerah ini tidak pernah tahu oleh orang luar ada petani bawang.

Bawang yang ditanam masyarakat Singguliang, bibitnya berasal dari Brebes, dan hasil mereka jauh lebih tinggi dari derah lain, dengan perbandingan bibit 100 kg , menghasilkan 1,2 Ton ada yang lebih, sementara daerah lainnya hanya bisa menghasilkan 1 Ton dengan jumlah bibit sama.

Petani bawang Singguliang juga memakai pupuk anorganik, dengan perbandingan 70:30, artinya kimiawinya lebih sedikit.

Masyarakat ingin agar Nurnas bisa membawa kepala dinas pertanian dan Dinas lainnya ke lokasi mereka, agar tahu kalau hasil produksi mereka jauh lebih baik, dengan kadar air lebih rendah dibanding bawang lainnya.

“Para petani bawang berharap agar stabilisasi harga terjamin, dengan ikut sertanya dinas pertanian dalam memasarkan dan membantu stabilisasi harga,” ulas Nurnas.

Ditambahkannya, kalau daerah lain bercocok tanam sampai panen berkisar 60 – 100 hari, namun di Singguliang bisa panen 55 – 65 hari, dengan kualitas terbaik, bertanam bawang telah dimulai kembali sejak tahun 2017 yang sudah lama terhenti.

“Mereka juga sangat butuh peralatab cultivator paket 8, sehingga bisa lebih cepat para petani melakukan aktifitas dan tidak ada lagi yang manual dan produksi bisa lebih ditingkatkan,” tambah Nurnas.

Pada saat itu, HM. Nurnas berjanji akan menyampaikan aspirasi masyarakat pada pihak pemerintah dan akan merealisasikan bantuan pada 2022 dilanjutkan pada 2023.

“Dengan program unggulan gubernur di pertanian, mestinya lebih konsens untuk peningkatan pertanian, dinas harus saling terintegrasi, karena pertanian butuh air melalui irigasi yang merupakan kewenangan PSDA, dan juga dinas ini mestinya berkordinasi dengan balai sungai, dan untuk ini dirasakan sangat lemah tetmaduk pengawasannya,” tegas Nurnas.

Dalam hal perbaikan irigasi kabupaten Padang Pariaman memang tidak mampu, maka pemerintah provinsi harus melakukan bantuan, kan bisa dalam Bantuan Keuangan Khusus.

Diakhir pertemuan Nurnas juga meminta agar masyarakat jangan takut melakukan vaksin, sehingga pandemi bisa berakhir, agar perekonomian berjalan lancar kembali, dan Masyarakat kembali bergairah.

“Kita Padang Pariaman termasuk diperingkat bawah dalam hal vaksin, maka saya menghimbau agar segera vaksin, saat ini pihak TNI khususnya Lantamal  dan Polri sudah melakukan secara rutin, mari bersama kita ikut, jangan takut, agar pandemi lebih cepat teratasi,” himbau Nurnas mengakhiri. (Salih)

Nevi Zuairina

UMKM Tulang Punggung Ekonomi Rakyat

Marwahsumbar.com – Anggota DPR RI, Hj. Nevi Zuairina, membuka seminar bisnis yang di prakarsai Pengurus Pusat PKS yang membawahi wilayah Sumatera Bagian Utara.

Anggota DPR RI, Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat II menekankan, sampai saat ini, dunia masih berjuang untuk keluar dari krisis Kesehatan berupa pandemik covid 19.

Menurutnya, Segala upaya, negara kita telah lakukan bertahan dan keluar dari krisis dengan segala dampaknya. Termasuk dampak terhadap perekonomian kita dan secara tidak langsung akan menghambat pembangunan nasional Indonesia.

“Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau biasa disingkat UMKM merupakan kegiatan usaha yang jelas-jelas mampu memperluas lapangan kerja. Juga memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat,” ujarnya.

Kemudian UMKM dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat. Selain itu UMKM juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional.

Nevi mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM per Mei 2021, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta. Termasuk para pengusaha madu tentunya, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07 persen atau senilai Rp 8.573,89 triliun.

Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada. juga, dapat menghimpun sampai 60,4 persen dari total investasi.

Namun, tingginya jumlah UMKM di Indonesia juga tidak terlepas dari tantangan yang ada, apalagi ditengah pandemikseperti saat sekarang ini.

Legislator asal Sumatera Barat II ini menyampaikan, UMKM harus memperoleh kesempatan utama. Dukungan, perlindungan dan pengembangan seluas-luasnya sebagai wujud keberpihakan yang tegas kepada kelompok usaha ekonomi rakyat.

Tanpa mengabaikan peranan elemen lainnya. Sehingga semua pihak harus mampu memberikan prioritas perhatian dalam urusan UMKM ini.

“BPJE (Bidang Pemberdayaan Jaringan Usaha dan Ekonomi) wilayah Sumatera bagian Utara mesti berupaya berperan aktif dalam mempertahankan dan menumbuhkembangkan wirausaha ditengah pandemik covid, salah satunya melalui seminar bisnis in”, Kata Nevi.

Nevi berharap dikemudian hari akan banyak pelaku usaha dengan berbagai kreativitasnya di negara kita khususnya Sumatera Bagian Utara sehingga mampu memberikan solusi dan mengeluarkan bangsa kita dari keterpurukan ekonomi.

“Sebagai bagian dari warga negara yang terlindungi dari berbagai payung hukum yang ada, kita semua mesti mewujudkan terciptanya masyarakat adil dan makmur. Berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 melalui pembangunan perekonomian nasional berkelanjutan”, tutup Nevi Zuairina dalam sambutannya.

Perumdam Padang Beri Layanan Khusus Konsumen Terdampak Banjir

Padang – Banjir menerjang Padang Rabu lalu menyisakan krisis air minum puluhan ribu pelanggan air bersih di kota ini.

Dampak banjir ternyata menerpa intake dan IPA milik Perumda Air Minum (Perumdam) Kota Padang, pipa penyalur air banyak patah dan dihanyutkan banjir kemarin itu.

Pekikan warga butuh air bersih saat kejadian sudah direpson Dirut Perumdam Hendra Pebrizal dan jajaran. Saat masih banjir Hendra telah instruksikan teknisi bekerja total perbaiki Intake dan IPA yang dihajar banjir.

“Bekerjalah dengan semangat pelanggan nomor satu, ikhlas semoga Allah beri kemudahan memperbaiki instalasi kita yang rusak akibat bencana,” ujar Hendra Pebrizal saat berdiskusi dengan Jaringan Pemred Sumbar (JPS) Jumat pagi lalu.

Bahkan perkembangan perbaikan kerusakan instalasi diupdate Perumdam Kota Padang lewat kanal media sosial resmi perusaan air ledeng tersebut.

Seperti di laman facebook Perumdam Kota Padang;

Bapak/Ibu pelanggan yang kami hormati, untuk pendistribusian air menggunakan MOBIL TANGKI sudah berjalan. Dan Kami akan selalu mengupayakan yang terbaik bagi pelanggan. Mohon bersabar, karena pendistribusian air tangki saat ini masih pada daerah MERAH yang memang benar-benar belum teraliri air sama sekali.

Bencana Alam yang tidak dapat diduga bisa terjadi kapan saja.

“Hingga saat ini Kami masih berjuang melakukan perbaikan, bahkan sampai masih berada di dasar sungai demi percepatan layanan kepada pelanggan,” ujae lemberitahuan di laman facebook dan IG perusahaan air minum milik Kota Padang.

“Kita tak ingin air bersih terhenti, lewat cara mobile kami slaurkan air bersih ke warga terdampak banjir, dan itu gratis tanpa ada biaya untuk air dan petugas kami yang mendistribusikan,” ujar Hendra Pebrizal, Minggu 22 Agustus 2021.

Hendra. menegaskan aksi Perumdam untuk pelanggan terdampak banjir juga menindaklanjuti perintah Wako Padang Hendri Septa.

“Ya Pak Wako begitu banjir minta ke Perumdam untuk. memastikan ketersediaan air bersih warga, setelah kita laporkan kerusakan instalasi karena banjir tersebut,” ujar Hendra.

Dirut Perumdam Kota Padang all out untuk normalkan aliran air bersih ke pelanggannya.

“Mohon doa agar pekerjaan perbaikan lancar agar air segera normal. Untuk keterangan dan info lebih lajjut, mohon untuk menghubungi nomor 0811 669 123. Terimakasih, ” ujar Hendra.

Sampai Sabtu Perumda Air Minum Kota Padang masih berupaya memperbaiki dan menampung air sampai pendistribusian air kembali normal.

“Perumda Air Minum Kota Padang sampai saat ini masih berupaya dalam memperbaiki kerusakan pasca banjir bandang melanda serta pendistribusian air dan juga bantuan air tangki ke daerah yang terdampak,” ujar Hendra Pebrizal.

Alhamdulillah kemarin kata Dirut Perumdam bantuan beberapa unit mobil tangki dari PU dan juga PMI telah tiba dan siap membantu memasok air minum ke masyarakat pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang.

Bahkan di laman facebook juga dilampirkan jadwal pengantaran air tangki pada daerah zona merah yang sama sekali tidak teraliri air Perumda Air Minum Kota Padang.

“Dan kami informasikan untuk jadwal pengantaran air tangki dapat berubah tengantung pada pendistribusian air Perumda Air Minum Kota Padang,” ujar Hendra Pebrizal. (Rel)

Seberkas Asa dari Jum’at Berkah Berbagi Masjid Al Quwait

MARWAHSUMBAR.com, Padang – Raut wajah Noli Yanti (40) berkaca kaca. Rasa bahagia terpencar dari wajah janda dengan tanggung jawab 4 anak yang masih kecil kecil tersebut.

Sulung, Zascia Oktavia Nosari masih menduduki bangku kelas 9 di MTsN 4 Parak Laweh. Sedangkan Zicel Dwi Nosari, kelas 4 di SD 15 Banuaran.

Zahwa Aprilia Nosari masih berusia 5 tahun dan si bungsu, Zifana Alisha Nosari 3 tahun.

Kasrijon (42), pria asal Tarusan, Pesisir Selatan ini tidak hanya sekedar tumpahan kasih sayang tapi juga sumber kehidupan telah tiada 3 bulan yang lalu. Tempat bergantung itu benar yang telah putus dan tempat berpijak telah terban.

Noli Yanti bersama 4 anaknya
Noli Yanti bersama 4 anaknya

Tak ada lagi, tempat bersandar. Ayah dan ibu yang juga tinggal bersama Noli Yanti di RT 04/RW 05 Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang juga sudah sakit sakitan. Malahan, ayah Noli sudah mengalami stroke sebelum sang suami meninggal dunia.

Noli merasa patah arang. Untuk bekerja di luar rumah, hal mustahil. Karena harus merawat orang tua dan anak yang masih kecil. Perempuan asal Bayang, Pessel ini, sangat berharap bisa bekerja dari rumah.

Secercah asa mendatangi Noli Yanti. Syawal, Ketua RT 04 RW 05 Kelurahan Banuaran Nan XX mengutus 4 anak Noli Yanti untuk menerima santunan anak yatim dalam Program Jumat Berkah Berbagi (JBB) di Masjid Al Quwait Banuaran, pekan ke-19, Jumat (13/8/2021)

Program hasil kerjasama Masjid Al Quwait dengan Rumah Gadang Basamo (RGB) Alumni SMA 1 Padang Tamatan 1987 memang berlangsung setiap pekan ba’da Shalat Jumat di Masjid Al Quwait Banuaran.

Prihatin dengan kondisi Noli Yanti, Koordinator JBB, Herwaty Taher berdiskusi dengan Penanggungjawab Program, Saribulih. Malahan, kondisi Noli menjadi pemberitaan dan dimuat pada beberapa media online di Sumatera Barat.

Kondisi Noli Yanti menggugah naluri dua orang ibu. Mereka langsung mengontak Koordinator JBB dan menyerahkan uang masing masing Rp500 ribu dan Rp 2 juta. Mereka berharap Noli Yanti bisa membuka usaha kecil kecilan tanpa meninggalkan tanggungjawabnya.

Bantuan tersebut diserahkan pada Noli Yanti bersamaan dengan santunan anak yatim lainnya dalam Program Jumat Berkah Berbagi edisi 20 di Masjid Al Quwait Banuaran, Jumat (20/8/2021).

Koordinator JBB, Herwaty Taher mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam menyantuni anak yatim dan kaum miskin ini. Mualaf dari etnis Tionghoa ini meyakini ini akan terus berlanjut. Karena menyantuni anak yatim dan orang merupakan kewajiban setiap muslim.

Sementara, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Quwait yang juga Penanggungjawab JBB, Saribulih merasa bersyukur lantaran masih banyak yang peduli dengan program ini.

“Program yang dirancang bersama Rumah Gadang Basamo Alumni SMA 1 Padang Tamatan 1987 ini terus mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Selain donatur tetap dari RGB, partisipasi juga mengalir dari berbagai kalangan, seperti pengusaha makanan, jamaah masjid dan lainnya. Mereka memberi santunan tidak hanya dalam bentuk uang, tapi juga nasi kotak dan makanan ringan. Selain uang, anak yatim juga menerima dalam bentuk nasi dan snack,” ujar Saribulih.

Malahan ujarnya, bantuan juga berasal dari kelompok organisasi. Seperti, Jaringan Pemred Sumbar (JPS) dan kesepakatan juga sudah dibangun bersama Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Sumbar melalui JAPNAS BERBAKTI.

Saribulih mengatakan bagi dermawan yang ingin berbagi, silahkan menghubungi nomor 085263537902 (Herwaty Taher) atau 08126788357 (Saribulih). (rel)

Antri menunggu solar

Antrian Panjang Pemburu Solar, Ini Kata Pertamina

Mangkalnya puluhan truk telah menimbulkan kemacetan dan mengganggu pengguna jalan. Umpatan demi umpatan meluncur dari mulut pengguna jalan lain. Tak sedikit dari mereka yang menyayangkan terjadinya kemacetan tersebut.

Tak jelas, entah penyebab terjadinya antrian panjang tersebut. Yang jelas, ini tentu akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Apalagi, penyebaran covid-19 masih sulit dikendalikan dan butuh penanganan serius. Salah satu dengan memperlancar ketersediaan sumber energi.

Menyikapi antrian solar, Pjs. Unit Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina (Persero) Nurhidayanto mengatakan PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar bagi konsumen sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Penyaluran Solar bersubsidi dalam kondisi normal, rata-rata sebesar 220 Kiloliter (KL) per hari di Kota Padang. Khusus hari ini saja, penyaluran Solar sudah tembus sebanyak 230 KL, stok Solar masih tersedia,” ujarnya sebagaimana dilansir situs berita Spirit Sumbar, Rabu (16/6/2021 ).

Untuk konsumsi Solar subsidi di salurkan sesuai aturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas). Kendaraan bermotor perseorangan roda empat paling banyak 60 liter per kendaraan. Kendaraan bermotor umum angkutan orang atau barang roda empat paling banyak mengisi 80 liter per kendaraan. Sementara itu untuk kendaraan bermotor umum angkutan orang atau barang roda enam paling banyak mengisi 200 liter per hari per kendaraan.

“Sebanyak 109 SPBU yang sudah terdigitalisasi, dan melakukan input rekap langsung pengisian solar bersubsidi sesuai yang ditetapkan BPH Migas,” ucapnya.

Nurhidayanto menambahkan “Kita telah berkoordinasi Polsek dan Dinas Perhubungan (Dishub), SPBU di dalam Kota Padang yang ada Solarnya hanya melayani penjualan Solar pada malam saja. Selain itu, pengendalian konsumsi Solar sudah diterapkan di seluruh SPBU Sumbar. Kita juga menerapkan ketentuan pencatatan nopol”.

Ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengkonsumsi Solar sesuai peruntukan. Diharapkan masyarakat mulai beralih ke BBM berkualitas pengganti solar seperti Dexlite maupun Pertamina Dex yang sudah tersedia di SPBU Pertamina. Sehingga tidak mengganggu alokasi kuota konsumen yang berhak atas solar subsidi.