Yayasan Berkah Amal Salih Kembali Gelar JBB

Padang – Yayasan Berkah Amal Salih gelar Jumat Berkah Berbagi (JBB) di Dapur Al Salih, Jumat (9/9/2022) sore.

Kegiatan pemberian santunan pada anak yatim ini dihadiri Anggota DPR RI periode 2009-2014, H. Taslim Chaniago.

Pada kesempatan itu, Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat ini menekankan pada orang tua pentingnya mendidik anak. “Karena mereka merupakan aset kita di akhirat, maka berilah bimbingan yang mengedepankan akhlak yang baik,” ujarnya.

Disamping itu dia juga berharap JBB yang diselenggarakan Yayasan Berkah Amal Salih ini menjadi Pioneer bagi kelurahan lain.

“Ini hal positif dan sangat diharapkan oleh mereka yang membutuhkan. Mudah-Mudahan program yang telah berjalan tiga tahun ini juga bermunculan pada kelurahan lain di Kota Padang ini,” ujar Taslim yang Ketua DPW Partai Ummat Provinsi Sumatera Barat ini.

Sementara Pembina Yayasan Berkah Amal Salih, Saribulih menyampaikan berbagai program yang dirancang semua telah berjalan sebagaimana mestinya. Menurutnya, ada 4 program utama yang dijalankan Berkah Amal Salih. Yakni Rumah Al Qur’an (Tahfizh dan Tahsin), Jumat Berkah Berbagi (JBB), Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Penggalian potensi generasi muda.

Untuk Rumah Al Qur’an, terdiri dari  dan Tahsin. Malahan saat ini sudah 27 anak yang mengikuti Tahfizh.

Sementara Jumat Berkah Berbagi (JBB) ini sudah memasuki tahun ketiga. Selain kegiatan rutin setiap Jumat, juga ada bantuan pendidikan untuk setiap semester. Termasuk bantuan dalam bentuk natura, seperti tas sekolah, buku dan lain lain.

Program pemberdayaan umat juga telah jalan.  Dalam bentuk pelatihan merangkai bunga, menghias kue pengantin dan membuat aneka makanan ringan.

Sedang program siaga bencana juga telah berjalan melalui KSB Mitra Utama. “Semua kegiatan dilaksanakan di Dapur Al Salih ini,” ujar Saribulih yang juga praktisi pendidikan ini.

Koordinator JBB yang juga Sekretaris Yayasan Berkah Amal Salih, Herwaty Taher dalam sambutannya mengatakan Jumat Berkah Berbagi ini adalah kerjasama Rumah Gadang Basamo (RGB) Alumni SMA 1 Padang tamatan 1987 dengan Yayasan Berkah Amal Salih.

Program JBB yang telah memasuki tahun ketiga ini selalu ditunggu para anak yatim. “Malahan saat vakum beberapa bulan lantaran dipindahkan ke Yayasan Berkah Amal Salih ini banyak yang bertanya. Alhamdulillah, akan kembali berlanjut setiap pekan,” ujar Herwaty Taher yang juga Ketua RT 01 RW 10 ini.

Malahan ujar Herwaty Taher untuk Jumat depan akan disalurkan santunan pendidikan. “Untuk semester ini agak terlambat. Biasanya santunan pendidikan kita serahkan setiap awal tahun pelajaran. Namun, untuk semester ini sudah terkumpul Rp 25 juta,” ujarnya. (BAS)

Tak Perlu Obat Kuat, Rebusan Daun Putri Malu Bakal Anda Keramas Tiap Bangun Tidur

MARWAH SUMBAR – Setiap pasangan yang sudah menikah pasti paham pentingnya hubungan intim.Tapi tak jarang juga, hubungan intim justru bisa berubah jadi masalah.

Hal ini lantaran kurangnya gairah sesama pasangan untuk berhubungan intim. Sehingga hubungan intim jadi tidak maksimal.

Banyak yang beralih mengonsumsi obat kuat untuk mengatasi hal tersebut. Padahal ada cara alami mengatasi masalah hubungan intim ini.

Salah satunya dengan daun putri malu.

Putri Malu untuk Obat Kuat

Siapa sangka jika tanaman yang kerap dianggap tanaman liar ini bisa jadi obat alami untuk kesehatan.

Khasiat kesehatannya ada pada daunnya yang bisa kuncup dan membuka sendiri.

Untuk mendapatkan khasiatnya pun mudah. Anda cukup merebusnya, minum airnya, untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Efek luar biasanya pun sudah dirasakan terutama pada pria, yang rutin setiap hari meminum air rebusan daun putri malu.

Pasalnya, air rebusan putri malu ternyata bisa menjadi obat kuat alami saat berhubungan badan.

Dilansir dari IDea Online, untuk mengonsumsi tanaman ini, anda bisa merebus 15 lembar daun putri malu atau 15 tangkai daun putri malu bersama 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas saja.

Kemudian saring dan minum hingga habis yang khasiatnya akan terasa 30 menit sesudah minum air rebusan daun ini.

Setelah rutin meminum air rebusan daun putri malu, tak hanya semakin kuat di ranjang, ternyata manfaat putri malu ini juga baik unutk kesehatan.

Dikutip dari berbagai sumber ternyata air rebusan putri malu sudah terkenal sangat bermanfaat bagi tubuh.

Tanaman dengan nama ilmiah Mimosa pudica ini sudah terkenal berpuluh-puluh tahun mengobati penyakit seperti:

1. Insomnia

Untuk mengatasi Insomnia atau sulit tidur, ambil daun tanaman ini 5 mg dan haluskan mereka untuk membuat pasta.

Rebus pasta ini dalam air panas dan saring.

Minum pada malam hari dan dalam 15-20 hari Anda akan melihat hasilnya.

2. Mengobati diabetes

Kadar gula darah yang rendah adalah manfaat lain yang didapat dengan meminum jus tanaman ini.

Minum jus 30 ml dari tanaman ini sampai pagi dan sore hari.

Dalam 7-10 hari Anda akan melihat perbedaan kadar gula darah.

3. Obat hipertensi

Ambil daun tanaman ini dan hancurkan untuk mengekstrak jusnya.

Konsumsilah 15 ml dua kali sehari dan ucapkan selamat tinggal pada masalah tekanan darah tinggi.

Namun, meski berkhasiat, kita pastikan jika daun putri malu ini harus bersih, karena tanaman putri malu ini hidup di alam liar.

4. Pencegahan disentri

Dikutip dari Idea Online, dari sebuah penelitian di salah satu Universitas di Indonesia juga dibuktikan jika ekstrak tanaman putri malu memiliki kandungan anti bakteri yang bagus untuk menangkal pertumbuhan dan perkembangan bakteri yakni bakteri shigella dysentriae yakni bakteri penyebab disentri.

5. Menyembuhkan Rematik

Tidak hanya ada banyak manfaat daun sukun untuk asam urat dan rematik, namun putri malu juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah pada sendi tersebut.

Rematik adalah salah satu masalah peradangan yang terjadi di area persendian karena autoimun dalam tubuh yang rendah.

Dari hasil penelitian terbukti jika tanaman putri malu ampuh digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri yang terjadi pada penderita rematik.

Caranya adalah dengan merendam tanaman putri malu pada arak putih selama 2 minggu.

Lalu gunakan tanaman putri malu yang sudah direndam tersebut untuk kompres bagian tubuh yang sakit.

H. Leonardy Harmainy

Leonardy: Perlu Sinergi BPS Dengan Pemerintah Terendah

PADANG – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, H. Leonardy Harmainy Datuk Bandaro Basa menyampaikan perlunya koordinasi yang sinergis antara pusat dengan daerah serta semua kementerian serta lembaga, agar Implementasi Satu Data Indonesia dapat terwujud dengan baik.

Hal itu Ketua Badan Kehormatan (BK) DPD RI ini dalam Diskusi Bulanan Jaringan Pemred Sumbar bertajuk “Pelaksanaan UU No. 16 Tahun 1997 Tentang Statistik dan Implementasi Satu Data Indonesia” Rabu (16/3/2022) di The ZHM Premier Grandzuri Hotel Padang.

“Sinergitas pemerintah pusat dan daerah sangat penting dalam mewujudkan satu data indonesia. Begitu juga dengan kementerian dan lembaga termasuk pemda. Nah, ini akan memudahkan Bappenas dalam menganalisa data tersebut,” ungkap H. Leonardy, Senatro asal Sumbar ini

Dikatakan Leonardy, Peraturan Presiden ((Perpres) No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, tang merupakan turunan dari UU No. 16 Tahun 1997 Tentang Statistik dan Implementasi Satu Data Indonesia.

“Ada 2.700 pusat data di Indonesia yang terdapat di 600 kementerian dan lembaga serta pemerintahan daerah. Agar data ini tidak salah digunakan, maka diperlukan privasi agar data itu aman dan dipercaya masyarakat. Sangat dibutuhkan SDM handal dalam mengolah dan mengamankan data tersebut, agar data yang dikeluarkan masyarakat betul-betul dipercaya masyarakat,” ungkap Bang Leo, sapaan akrab senator ini dia kalangan media.

Pada kesempatan itu, Leonardy Harmainy mengapresiasi hubungan baik Pemprov Sumbar dengan Badan Pusat Statistik Sumbar sehingga Sumbar termasuk yang terbaik. Namun, dia berharap BPS juga bersinergi dengan pemerintah terendah nagari, kelurahan atau desa.

“Namun anehnya, saya nyaris tak mendengar kepala daerah bicara statistik dan data pertumbuhan ekonomi daerahnya. Semoga lewat forum ini kedepan ada kolabroasi BPS dengan kepala daerah se Sumbar,” harap Leonardy dalam diskusi yang dimoderatori oleh Ketua KI Sumbar, Nofal Wiska.

Sebelumnya, Pelaksana Harian JPS, Isa Kurniawan saat membuka diskusi menyampaikan bahwa, selama ini, masalah data selalu jadi masalah di Indonesia. Karena itu, statistik harus jadi bagian dari kehidupan dan pengelolaan negara ini.

“Data merupakan sesuatu yang sangat penting dalam membuat sebuah program. Contohnya saja, data masyarakat miskin saja, selalu bermasalah. Padahal, setiap tahun ada bantuan untuk masyarakat miskin, tapi datanya selaku tumpang tindih,” ujar Isa, owner forumsumbar.com ini.

Karena itu, lanjut Isa, JPS yang dari awal pendiriannya berkomitmen mendorong pembangunan Sumbar, berupaya berkotribusi untuk mengawal implementasi Satu Data Indonesia yang telah dicanangkan pemerintah.

“Semoga dari diskusi yang kita selenggarakan, dapat melahirkan pemikiran pemikiran untuk percepatan implementasi Satu Data Indonesia sehingga terujudnya good governance,” ungkap Isa dalam diskusi yang juga menghadirkan Ir. Herum Fajar Wati, Kepala Badan Pusat Statistik Sumbar. (salih)

Camat Lubuak Bagaluang bersama para undangan JBB

JBB Ajang Pembuktian Komitmen Pengurus Masjid Al Quwait dan Alumni SMA 1 Padang

Padang – Masjid Al Quwait Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuak Bagaluang, Kota Padang, Sumatera Barat menyantuni anak yatim secara rutin mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Apalagi kegiatan rutin tersebut telah terprogram dan bekerjasama dengan pihak ketiga, Rumah Gadang Basamo (RGB) Alumni SMA 1 Padang tamatan 1987,

Hal itu, mengemuka saat penyerahan bantuan biaya pendidikan bagi 39 anak yatim, dalam program Jumat Berkah Berbagi di Masjid Al Quwait, Jumat, 2 Juli 2021.

Koordinator Program Jumat Berkah Berbagi, Herwaty Taher mengatakan kegiatan ini merupakan pekan ke-15 yang telah berlangsung sejak 12 Maret 2021. Mualaf yang berasal dari etnis Tionghoa ini mengatakan program ini berawal dari niat salah seorang pengusaha yang kembali bangkit, setelah terpuruk oleh dampak pandemi.

“Namun berdasarkan kesepakatan dengan Ketua Masjid Al Quwait, Pak Saribulih, program ini terus berlanjut setiap ba’da Shalat Jumat. Juga kita sepakati dengan nama Jum’at Berkah Berbagi atau JBB,” ujar Herwaty Taher yang juga Ketua RT 01 RW 10 Kelurahan Banuaran ini.

Dia menambahkan, sebelum adanya Jumat Berkah Berbagi juga telah dilaksanakan Pendidikan Peduli Anak Yatim di Masjid Al Quwait ini, pada Akhir Desember 2020. “Ternyata program ini mendapat respon positif dari teman teman alumni yang tergabung dalam RGB. Maka, pada saat itu disepakati Pendidikan Peduli dilaksanakan 2 kali setahun atau setiap awal semester. Namun karena telah disepakati program JBB, maka kegiatan ini menjadi bagiannya,” ujarnya.

Sementara, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Quwait yang juga Penanggung Jawab Jumat Berkah Berbagi, Saribulih berharap program ini terus berlanjut setiap pekan. Untuk itu, dia bersama Pengurus JBB lain sepakat membuka peluang untuk menjadi donatur tetap dan insidentil.

“Saat ini donatur tetapnya dari RGB. Ke depan kita juga membuka peluang kerjasama dengan pihak lain. Hari ini kita juga undang Jaringan Pengusaha Nasional Sumbar atau Japnas untuk bisa sebagai donatur tetap JBB ini. Karena menyantuni anak yatim merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Saribulih yang juga Ketua RT 04 RW 11 Kelurahan Banuaran ini.

Saribulih mengungkapkan santunan kali ini, untuk 39 anak yatim yang ada di Kelurahan Banuaran. “Dari 10,7 juta dana yang terkumpul berasal dari RGB ditambah dari donatur lainnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan untuk pelajar SMA/SMK/MA yang berjumlah 13 orang, masing masing mendapat Rp 400 ribu. Sedangkan SMP/Mts berjumlah 17 orang, masing masing Rp Rp 300 ribu dan SD/MI 9 orang masing-masing Rp 250 ribu.

“Kekurangan dari dana santunan diambilkan dari Kas Anak Yatim Masjid Al Quwait. Mudah mudahan ada donatur yang akan ikut berpartisipasi untuk menalangi kekurangan tersebut,” ujarnya.
Saribulih juga menawarkan kepada orang tua penerima santunan untuk mengembangkan usaha rumah tangga. Apalagi ujarnya, ada tawaran dari salah satu donatur yang bersedia menyumbangkan bibit lele.

“Dari informasi yang kita terima, budidaya lele ini hanya menggunakan media ember. Ini tidak butuh tempat dan panennya tidak butuh waktu lama. Bagi yang berminat, nanti akan kita undang donatur tersebut untuk berbagi ilmu teknik budidaya lele pada ember tersebut,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai praktisi pendidikan ini.

Bak gayung bersambut, Camat Lubuak Bagaluang, Heriza Syafani menyambut positif program Masjid Al Quwait ini. Dia membandingkan, di zaman Rasulullah, masjid merupakan pusat kegiatan umat. Bukan hanya sekedar ibadah shalat wajib saja.

“Ini hal yang patut disyukuri, adanya kerjasama masjid dengan pihak ketiga. Apalagi, pemberian santunan ini dilakukan rutin setiap pekan. Mudah mudahan ini terus berlanjut,” ujar Heriza Syafani yang mengaku baru 2 bulan bertugas sebagai camat di Kecamatan Lubuak Bagaluang.

Pada kesempatan itu, dia juga mengapresiasi penghapal Al Quran, Febri dengan dua lembar uang 50 ribu. Febri yang merupakan santri Tahfizh Masjid Al Quwait mendapat giliran tampil pada JBB pekan ke-15. Para Hafizh tampil secara bergiliran pada setiap pekan. “Luar biasa Masjid Al Quwait yang telah melahirkan Hafizh melalui program Tahfizh,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum JAPNAS Sumbar, Gun Sugianto yang diwakili pengurus JAPNAS Berbakti (Jabat) Ozi menyambut baik atas ajakan sebagai donatur tetap JBB. Menurutnya, Jabat merupakan Badan Otonom organisasi Japnas yang bertindak sebagai lembaga pelaksana kegiatan sosial organisasi.

“Kita akan bicarakan dengan teman teman untuk ikut terlibat sebagai donatur kegiatan santunan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin. Kemarin kita juga sudah salurkan bantuan, namun melalui panti asuhan yang ada di Kota Padang,” ujarnya.

Hadir dalam Jum’at Berkah Berbagi, Camat Lubuk Begalung Heriza Syafani, Ketua Umum JAPNAS Sumbar, Gun Sugianto yang diwakili Pengurus JAPNAS Berbakti Lurah Banuaran Nan XX yang diwakili Sekretaris Lurah Yanti Ginting, Ketua RW 11, H. Hudi Sutomo, Ibu Majelis Taklim, Guru Tahfizh Masjid Al Quwait, orang tua penerima santunan, para penerima santunan dan undangan lainnya. (Rel)

Nevi Zuairina serahkan bantuan Alsintan pada kelompok tani di Pasaman

Kerjasama Dengan PKBL, Nevi Zuairina Serahkan Alsintan pada Kelompok Tani

MARWAHSUMBAR.com – Anggota DPR RI, Daerah Pemilihan Sumatera Barat II, Hj. Nevi Zuairina, menyerahkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) kepada 9 kelompok tani di Kabupaten Pasaman.

Penyerahan Alat Mesin Pertanian ini merupakan kerjasama antara Anggota DPR RI dari Fraksi PKS ini dengan Perusahaan Negara pada PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan).

Nevi terus berupaya memenuhi berbagai aspirasi masyarakat berupa mediasi bantuan yang langsung menyentuh masyarakat.

“Bantuan alsintan ini sesuai dengan branding ibu yang peduli dengan kelompok tani sehingga ketahanan pangan di Sumatera Barat terus berlanjut,” ujar Nevi di depan kelompok tani penerima bantuan.

Berlokasi di Lubuk Sikaping, Jl. P2BN Durian Tinggi Kec. Lubuk Sikaping, Kab. Pasaman, Nevi secara simbolis menyerahkan langsung bantuan Alsintan ini.

Adapun sembilan kelompok tani penerima bantuan ini antara lain : Kelompok Tani Fajar Tani Jorong Kauman, Kelompok Tani Tani rambah Maju dan Kelompok Tani Nuansa Tani.

Juga, Kelompok Tani Sungai Pimpin Bersama, Kelompok Tani Rumpun Emas baru, Kelompok Tani Hidayah, Kelompok Tani Tambongen Makmur, Kelompok Tani karya Mandiri dan Kelompok Tani karya Makmur

“Saya berharap, ada sebuah kekompakan yang terjalin di antara para petani yang tergabung dalam satu kelompok. Semua bantuan ini dapat digunakan secara bersama, bergantian dengan penuh kerukunan. Salin menjaga dan merawat merupakan tanggung jawab berikutnya sebagai imbalan kepada pemerintah yang telah memperhatikan aspirasi masyarakat,” jelas Nevi.

Legislator Sumatera Barat II ini tidak menginginkan adanya bantuan pemerintah ini malah menimbulkan konflik antar personal dalam kelompok. Tujuan bersama yang mulia harus dijadikan pemahaman bersama yakni mewujudkan swasembada di tingkat lokal, yang bila masif dilakukan merata tiap daerah akan membantu kontribusi ketahanan pangan nasional.

“Saya mengucapkan terima kasih khusus pada penyerahan bantuan alsintan ini kepada Semen Indonesia dan Semen Padang yang sangat berkontribusi kepada mayarakat pasaman. Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini dapat dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar yang ada di Sumbar, sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat Sumbar untuk di angkat harkat martabatnya melalui kemapanan perokonomiannya,” tutup Nevi Zuairina.



 

Anggota DPRD Sumbar, Syamsul Bahri

Syamsul Bahri Panen Raya di Pasaman Barat

MARWAHSUMBAR.com – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Syamsul Bahri ikut memotong padi menguning dalam rangka panen raya di areal persawahan di Salak Laweh, Desa Baru, Pasaman Barat, Ahad 21/3/2021

“Allhamdulillah memanfaatkan masa reses perseorangan DPRD Sumbar, hari ini saya Penen Raya Padi di kelompok Tani Salak Laweh Barat,” ujar Syamsul Bahri, kepada media lewat pesan whatsapp pribadinya.

Tidak hanya menyabik sawah dilakukan Syamsul Bahri, pulang ke daerah pemilihannya politisi PDI Perjuangan ini juga membawa buah tangan yang bermanfaat bagi petani di kampung itu.

“Sebagai pejuang aspirasi dan penyalur aspirasi rakyat, hari ini saya juga menyerahkan bamtuan mesin panen jenis Comben D70 juga serahkan handstractor dan sapi pada dua kelompok tani. Dua alat pertanian dan bantuan sapi itu murni dari APBD Sumbar sebagai jawaban atas aspirasi petani selama ini kepada kami,” ujar Syamsul Bahri.

Saat berdialog setelah panen raya, wakil rakyat asal Pasaman Barat ini memotivasi petani untuk semangat jadikan Pasaman Barat Lubung Padi Sumbar. “Kita, petani Pasaman Barat bersama pemerintah daerah pasti bisa jadikan kabupaten kita ini sebagai lumbung padi di Sumatera Barat dan menjadi garda terdepan menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Syamsul.

Syamsul juga mengajak kelompok tani untuk memanfaatkan dengan baik bantuan dari Provinsi. “Jadikan sawah kita adalah sumber kehidupan kita,” ujar Syamsul Bahri.

Pada panen raya itu petani menimpali Syamsul Bahri untuk memperjuangkan stabilsiasi harga gabah dengan otientasi harga untuk kesejahteraan petani.

“Kami berharap pak Syamsul Bahri bisa berjuang lebih keras lagi untuk Pemprov beli gabah dengan harga sesuai harga normal meski lagi panen raya,” ujar seorang petani mewakili anggota kelompok tani lainnya.

Diilematis harga gabah merosot saat panen raya dirasakan juga oleh Syamsul Bahri. “Betul, karena apa bila panen raya padi murah. Untuk itu saya minta pada Pemprov Sumbar untuk mencari solusinya. Sekarang harga gabar sekitar Rp 4000,” ujar.” Syamsul menutup panen raya di Salak Laweh Barat itu. (own)



Piala Menpora 2021

Demi Bisnis, PSSI Acak Piala Menpora

MARWAHSUMBAR.com – Piala Menpora 2021 sudah dimulai pada Minggu (21/3/2021) dengan laga pembuka Arema FC melawan PS Tira Persikabo dan dilanjutkan PSIS Semarang versus Barito Putera di Stadion Manahan, Solo.

Seluruh pertandingan Piala Menpora 2021 disiarkan secara live oleh Indosiar dan Vidio.com. Namun, harus diakui semua pecinta sepak bola tidak bisa menikmati Piala Menpora di rumah. Hal itu disebabkan mereka yang berlangganan televisi berbayar tidak bisa menyaksikan laga itu karena siarannya diacak.

“Saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19. Semua hal yang menghandle adalah PSSI dan PT LIB. Termasuk biaya hotel dan swab antigen kepada semua peserta. Kalau di masa normal semua itu menjadi tanggung jawab klub masing-masing. Jadi pasti ada biaya yang membengkak,” kata Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi.

Menurut Yunus salah satu cara untuk menonton secara gratis yakni menggunakan antena biasa (UHF) untuk menyaksikan Piala Menpora 2021.

“Emtek sebagai mitra bisnis PSSI dan PT LIB di Piala Menpora 2021 juga memiliki aturan. Mereka kan juga menjalankan roda bisnis. Jadi terkait hal ini sudah menjadi hal biasa. Sama saja kalau melihat liga-liga Eropa juga harus berlangganan televisi berbayar atau kabel. Jadi ini lumrah dan harap dimaklumi dalam berbisnis,” imbuh Yunus.

Sementara itu, bagi yang punya kuota internet bisa streaming. Memang harus membayar, dengan Rp 29.000 sebulan kita bisa menyaksikan seluruh pertandingan yang bertotal 39 laga. Kalau di rata-rata tidak sampai Rp 1000 setiap pertandingan.

Sementara itu, Marketing Organizing Committee (OC) Piala Menpora 2021, Rudy Kangdra menjelaskan pihaknya telah bekerjasama dengan Indosiar (Emtek Group) dari babak penyisihan grup hingga babak final. Jangkauan televisi tersebut sudah berskala nasional dan bisa disaksikan secara live dan gratis.

“Cara menikmati siaran pertandingan di Piala Menpora 2021 ada di beberapa platform. Bukan hanya melalui televisi lokal nasional yang secara gratis dapat dinikmati dengan menggunakan antena biasa, namun ada juga platform lain seperti Over The Top (OTT) dan televisi kabel. Dua kategori itu, bisa dikatakan premium atau berbayar. Jadi, lewat kategori tersebut pemirsa diberikan keleluasaan dalam memilih sesuai dengan kebutuhan,” kata Rudy.

Dua pertandingan hari pertama Grup A seperti diketahui berjalan sukses dan lancar. Arema FC imbang 1-1 melawan PS Tira Persikabo dan di laga kedua PSIS Semarang yang unggul 3-0 di babak pertama, akhirnya disamakan 3-3 oleh Barito Putra di babak kedua.

Pada hari ini tersaji dua pertandingan di Grup B yakni Bhayangkara FC melawan Borneo FC dan Persija versus PSM Makassar di Stadion Kanjuruhan, Malang.



Tersekat Informasi, Bersengketalah di Komisi Informasi

Oleh : Adrian Tuswandi (Komisioner Bidang PSI Komisi Informasi Sumbar)

Mete-mete atau merutuk bahkan membully di media sosial tentang instansi atau di Undang-Undang 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) disebut badan publik tidak mau memberikan informasi yang anda minta, percuma tidak akan memenuhi keingintahuan anda.

Karena UU KIP juga memberikan kewenangan kepada badan publik untuk mengkategorikan informasi publik termasuk kategori informasi dikecualikan, walau sifat informasi dikecualikan itu ketat dan tebatas.

Tapi selain itu ada kategori informasi publik wajib tersedia setiap saat, berkala dan serta merta, itu semua hak publik untuk tahu.

Nah tunggu apalagi dari pada asam lambung naik karena mete-mete tadi, maka ayo ikutii prosedur permohonan informasi publik hingga prosedur penyelesaian sengketa informasi publik.

Semuanya ada regulasi mulai UU KIP, PP 61 tahun 2010 tentang Peraturan Pelaksana dari UU KIP, Peraturan Komisi Informasi (Perki) Nomor 1 Tahun 2010 tentang Stadar Layanan Informasi Publik (SLIP). Perki Nomor 1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik, Perki 1 Tahun 2018 tentang Standar Layanan Informasi Dese dan Perki 1 Tahun 2019 tentang Prosedur dan Sengketa Informasi Pemilu dan Pemilihan.

Komisi Informasi sebagai lembaga yang dilahirkan atas perintah UU KIP, memiliki tugas penting Menerima, Menyelesaikan dan Memutus Sengketa Informasi Publik. Juga bertugas Mengawal tegaknya informasi publik di badan publik serta memastikan informasi publik hak warga negara yang temaktub di Pasal 28 F UUD Negara Republik Indonesia 1945.

Artinya Komisi Informasi tidak lembaga serba tahu atau juru penerang yang bertugas memberikan informasi, tidak itu maksud lembaga ini dibentuk.

UU KIP sudah 11 tahun efektif berlaku untuk memenuhi rasa ingin tahu publik terhadap segala hal di badan publik yang mendapatkan kucuran dari APBN, APBD, sumbangan masyarakat atau bantuan asing.

Ingin tahu masyarakat (publik) itu sejak perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Bahkan notulen rapat perencanaan yang sudah diputuskan badan publik sekalipun, publik berhak tahu.

Masih mau berkilah bahwa ini rahasia negara, aduh bapak ini era keterbukaan tak ada lagi yang rahasia negara kecuali yang diatur oleh UU KIP.

Terus bagaimana mendapatkan informasi itu, Nah ini perlu menjadi patokan masyarakat, karena UU KIP sendiri menjadikan masyarakat sebagai pemohon informasi adalah orang intelek dan punya ilmu pengetahuan. Publik seperti orang warga negara Indonesia atau lembaga berbadan hukum Republik Indonesia harus mengajukan permohonan informasi publik kepada pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) badan publik, PPID punya waktu 10 hari untuk menjawab atau menambah waktu tujuh hari kerja dengan syarat memberitahukan perpanjangan waktu itu kepada pemohon informasi.
Tidak dijawab, atau dijawab tapi publik selaku pemohon tidak puas, maka UU KIP memerintahkan pemohon mengajukan keberatan kepada atasan PPID badan publik dimaksud, di sini ada 30 hari kerja badan publik memberikan atau menjawab informasi dan dokumentasi dimohonkan itu. Dijawab atau tidak puas juga maka 14 hari sejak jawaban atau sejak 30 hari kerja tidak dijawab, maka Pemohon tadi bisa mengajukan Permohonan Informasi Publik kepada Komisi Informasi. Dari sinilah KI akan melaksanakan tugas dan kewenangan yang diberikan UU KIP kepadanya.

Ada organ yang bekerja sistematis dalam proses penyelsaian sengketa informasi publik di Komisi Informasi, Staf Penerima Permohonan Informasi Publik, baik luring maupun daring yang bertugas menyiapkan form permohonan penyelesaian sengketa informasi publik. Ada Panitera/Panitera Pengganti yang melakukan ceking dan ceklist terkait syarat formil permohonan dan membuat register terhadap permohonan sengketa tersebut. Ada Komisioner membidangi Penyelesaian Sengketa Informasi Publik yang bertugas memberikan gambaran terhadap register dimaksud untuk diajukan ke Ketua Komisi Informasi dengan usulan penetapan majelis komisioner.

Organ Majelis Komisioner Komisi Informasi ini adalah organ merdeka dan mandiri, organ ini menjdawalkan persidangan dan memerintahkan panitera untuk menghadirkan para pihak lewat undangan resmi.

Majelis Komisioner yang memiliki ketua merangkap anggota dan dua anggota majelis akan memulai persidangan dan memeriksa syarat formil permohonan sengketa mulai kompetensi relatif dan absolut Komisi Informasi terhadap permohona, legal standing para pihak dan jangka waktu permohonan informasi hingga pengajuan sengketa informasi publik. Jika terpenuhi maka majelis memerintahkan atas persertujuan para pihak untuk menempuh mediasi dengan mediator yang ditetapkan oleh Ketua Komisi Informasi Publik. Atau jika syarat formil tidak terpenuhi maka majerlis akan memutus selakan permohonan sengketa tersebut,

Pada mediasi dituju adalah kesepakatan damai terpenuhi maka secara defakto sengketa selesai, dejure, kesepakatan damai dibacakan majelis komisioner di depan sidang terbuka dan dibuka untuk umum. Tapi jika media gagal maka para ;pihak kembali ke ruang persidangan untuk memeriksa bukti dan saksi, terus sampai kepada pembacaan kesimpulan para pihak dan terakhir majelis komisioner akan melakukan sidang majelis yang bersifat tertutup.

Majelis membacakan putusan atas sengketa itu juga pada sidang terbuka dan dibuka untuk umum, UU KIP menyebutkan keputusan majelis komisioner Komisi Informasi itu adalah buka dan berikan kepada pemohon atas permohonan aquo atau mendukung badan publik tidak memberikan informasi atau dokumentasi aquo.

Khusus untuk sengekta tentang informasi dikecualikan celah media tidak dimungkinkan setelah pemeriksaan awal majelis komisioner melanjutkan ke sidang pemeriksaan bukti dan saksi, bahkan bisa saja informasi dikecualikan itu dilakukan uji kepentingan oleh majelis, jika informasi dikecualikan jika dibuka untuk kepentingan luas maka majelis akan membatalkan uji konsekuensi badan publik terhadap informasi dikecualikan dimaksud.

Begitu simplenya bersengketa informasi publik di Komisi Informasi ada time line waktu 100 hari sejak permohonan diregister atau disidang pertamakan, tidak dipungut biaya apapun atas persidangan. Jadi tunggu apalagi wahai warga negara Indonesia dan lembaga berbadan hukum Indonesia, mengalami ketersekatan informasi ayo tembuh jalur elegan yakni sengketakan ke Komisi Informasi. Terima kasih
Salam Transparansi…(*)