Tongkrongan Malam

15 Destinasi Kuliner Terfavorit di Kota Padang

MARWAH SUMBAR – Kota Padang memanglah populer akan kekayaan kuliner- nya. Bermacam santapan khas Padang mempunyai niat rasa khas yang disukai serta mendunia.

Tidak bingung, olahan Padang dapat dikatakan gampang ditemui di banyak tempat. Bagaimanapun, Tidak komplit pasti datang ke Kota Padang tanpa melaksanakan tamasya kuliner.

Ayo, mulai riset rekreasi kuliner di Padang dengan opsi destinasi darmawisata kuliner Padang terbaik serta terfavorit selanjutnya!

Destinasi rekreasi Kuliner Padang Terfavorit

Olahan pedas yang membuat kantuk lenyap sampai minuman manis yang menyehatkan terdapat di mari. Ikuti sepenuhnya!

1. Ongkrongan Turagari

rekreasi kuliner padang, turagari

Ongkrongan Turagari ialah darmawisata kuliner yang sediakan bermacam berbagai santapan khas Padang. Tempat ini mempunyai menu khas ialah lontong yang dihidangkan dengan sayur paku ataupun kari.

Tidak hanya itu, Ongkrongan Turagari pula sediakan bermacam berbagai santapan manis, semacam bubur kacang hijau, kolak pisang, serta berbagai macam santapan yang lain yang dibanderol dengan harga yang terjangkau, Toppers.

Tujuan: Jalan Veteran Nomor. 66, Purus, Padang Barat.

Harga Mulai dari: Rp10. 000

Katupek Pitalah Purus 3
Katupek Pitalah Purus 3

2. Katupek Pitalah

Katupek pitalah merupakan makanan khas daerah Pitalah yang ada di Padang. Restoran yang paling terkenal dengan menu ini adalah restoran Katupek Pitalah Purus 3.

Makanan ini berisi potongan ketupat dengan siraman kuah kuning yang berisi nangka dan rebung, Toppers. Beroperasi mulai pagi hari, makanan ini cocok sebagai menu sarapanmu.

Selain katupek pitalah, restoran ini juga menyediakan pical, bubur hitam, dan juga nasi goreng.

Alamat: Jalan Purus III No, 24, Purus, Padang Barat.
Harga Mulai dari: Rp20.000

Selanjutnya >>>

<<< PAGE >>>

 2     4

Asteroid

Jangan Beri Setoran Kepada Setan

Siapa yang masih ingat nasihat kita kepada anak-anak sebelum mereka makan? Kalau saya, begini kira-kira kalimatnya,

“Dede jangan lupa berdoa dulu sebelum makan, kalau gak berdoa nanti makanan kita dimakan setan loh. Jadinya Dede udah makan banyak tapi gak kenyang-kenyang juga”

Bagaimana caranya mahluk yang hidup di alam lain, bisa makan dengan materi yang ada di alam kita? Saya juga belum seratus persen mengetahui caranya, tapi saya yakin hal tersebut terjadi, sebab Rasulullah yang memberitahu kita,

“Sesungguhnya setan akan menikmati makanan yang tidak disebut nama Allah saat memulainya” (Hadist riwayat Abu Dawud)

Nah, sekarang adakah di antara kita yang memberi nasihat yang sama kepada anak-anak sebelum mereka tidur seperti itu?

“Dede jangan lupa berdoa dulu sebelum tidur, kalau gak berdoa nanti nyenyak kita direbut setan loh. Jadinya Dede udah tidur lama tapi gak cukup-cukup juga”

Beneran, tidur kita sebagaimana makanan juga punya peluang yang sama direbut setan. Inilah dia penyebab utama mengapa tidur kita tidak bergizi.

Sahabat Abu Hurairoh diberitahu rahasia ini oleh setan sendiri yang saat itu berwujud manusia, dan Rasulullah membenarkan hal tersebut,

“Jika kamu hendak tidur, bacalah ayat kursi. Maka akan ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi” (Hadist riwayat Bukhari)

Jadi sampai kapan kita mau terus mengabaikan adab menjelang tidur? Betul sekali kita ini sedang membenahi ibadah-ibadah yang jauh lebih penting, tapi bukan berarti kita lalai dari ibadah yang kelihatannya tidak penting.

Seorang ulama pernah berwasiat, jangan mengabaikan sebuah ibadah walaupun ringan, karena boleh jadi pada ibadah itulah sebab keridhaan Allah kepadamu.

Siap memulai kebiasaan baru dengan tidur yang sesuai tuntunan sunnah?

Kebakaran

Kebakaran Hanguskan Kantor PLN Balai Selasa

Pesisir Selatan – Kebakaran menghanguskan kantor PLN Balai Selasa. Bahkan video yang dilakukan penayanangan langsung oleh satu akun langsung Viral.

Terpantau di video kepanikan warga, dan petugas pemadam kebakaran sibuk memadamkan kobaran api. Selasa (2/8/2022) pukul 23.30 Wib.

Berdasarkan video live di facebook salah seorang, yang diduga pemilik akun menjelaskan kebakaran terjadi di Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan.

Memastikan kejadian kebakaran tersebut, Kabid Damkar Agnes Dheno Arnas, S.STP membenarkan. Jika terjadi kebakaran di Kecamatan Ranah Pesisir, yaitu kantor PLN Balai Selasa.

Dan, sampai saat ini anggota Damkar Balai Selasa masih memadamkan kobaran api. Sementara dugaan sementara penyebab kebakaran belum bisa dipastikan.

“Belum bisa kita pastikan penyebab kebakaran. Soalnya rekan – rekan masih di lapangan untuk upaya pemadaman,” tegas Agnes.

Ada dua unit mobil pemadam kebakaran dari Balai Selasa dikerahkan untuk memadamkan api.

Hingga berita ini diturunkan Rabu (9/2/2022) pukul 00.38 anggota Damkar Balai Selasa sedang di lapangan. (Rio)

SDN 22 Kampung Luar Vaksin Massal

Bergaya Ultah, 329 Siswa SDN 22 Kampung Luar di Vaksin

Pesisir Selatan – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 22 Kampung Luar, Salido,Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat heboh.

Puluhan para guru dan petugas vaksinator dari Satgas percepatan Covid -19 Kabupaten Pesisir Selatan, menggunakan topi ulang tahun.

Kegiatan vaksinasi pagi itu, Sabtu (5/2/2022) dilaksanakan oleh Satgas percepatan Covid -19, melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Polres Pessel. Dan pihak Sekolah Dasar Negeri 22 Kampung Luar Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan.

Kepala Sekolah SDN 22 Kampung Luar Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan Asril K, S, Pdi, M.Pd, mendukung pelaksanaan vaksinasi di selenggarakan di sekolahnya. Oleh Satgas percepatan Covid -19, melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Polres Pessel.

Vaksinasi ini penting dalam mendukung proses belajar mengajar tatap muka. Sekaligus dalam mendukung percepatan vaksinasi di Kabupaten Pesisir Selatan, khususnya pelajar.

“Kita memang desain seperti ini, guru dan petugas vaksinator untuk memakai topi ulang tahun. Bahkan, dipintu masuk kesekolah kita sambut anak – anak dengan pertunjukan badut,” katanya.

Jumlah siswa kita saat ini 329 siswa, terdiri dari siswa kelas 1 – 6. ” Alhamdullilah orang tua siswa merespon positif pelaksanaan vaksinasi, begitu juga anak – anak”.

Ardila salah seorang orang tua siswa sangat mendukung pelaksanaan vaksinasi kali ini.

Menurutnya vaksinasi ini penting bagi keluarga dan anak – anak dalam mengantisipasi penyebaran virus Covid -19. ” Ya, lebih baik hari ini ikut vaksin “.

Azham Nurwahit bocah baru duduk bangku kelas 1 dengan wajah polos nya merasa enak dan tidak merasakan sakit saat divaksin.

“Dapat kue, dari sekolah. Enak disuntik tidak sakit,” jawab Azham didampingi orang tuanya usai vaksinasi.

Berdasarkan pantuan dilapangan, pihak sekolah sengaja menyiapkan kue dan jajanan, untuk dibagikan kepada siswa SDN 22 Kampung Luar Salido,Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan.

Untuk vaksin disuntikan pada siswa – siswi sekolah dasar jenis sinovac. Turun memantau pelaksanaan Vaksinasi di SDN 22 Kampung Luar Salido,Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabiddokes Polda Sumbar Kombes Pol drg. Lisda Cancer, M.Biotech, mendampingi dari Polres Pessel. (rio)

Feri Fren

PSP di Zona Pendidikan

Oleh : Feri Fren (Widyaprada Ahli Madya LPMP Sumbar)

Sistem Zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih menjadi topik hangat yang diperbincangkan.

Apakah itu oleh masyarakat awam sendiri maupun yang bergelut dalam dunia pendidikan. Jalur sistem zonasi pada PPDB merupakan jalur penerimaan peserta didik baru berdasarkan zona tempat tinggal.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 telah memberlakukan jalur penerimaan ini. PPDB dapat diikuti calon peserta didik yang akan masuk pada jenjang TK, SD, SMP, serta SMA/SMK.

Aturan yang telah dibuat tersebut ditandatangani oleh Nadiem Makarim selaku Mendikbud pada tanggal 10 Desember 2019 dan secara resmi mulai diterapkan.

Selain mengetahui persyaratan yang harus dipenuhi dalam sistem zonasi, dampak yang diperoleh dari pemberlakuan sistem ini selalu dikaji. Dampak positifnya sangat banyak sekali.

Seperti, pertama, pemerataan akses pendidikan. Kedua, mendekatkan lingkungan sekolah dengan lingkungan keluarga. Ketiga, menghapuskan eksklusivitas dan diskriminasi.

Keempat, membantu analisis perhitungan kebutuhan guru dan distribusinya. Kelima, mendorong kreativitas guru. Keenam, membantu pemerintah daerah dalam memberikan bantuan.

Dalam implementasinya sistem zonasi tidak mengenal suku, ras, dan budaya, semua anak bisa bersekolah di sekolah yang berada dekat dengan tempat tinggalnya. Tidak peduli apakah sekolah tersebut sekolah unggul atau tidak.

Disamping itu juga ada beberapa sedikit kelemahan yang perlu dikaji, seperti dalam melihat jarak pada geogle map. Keputusan yang diambil.

Kadangkala masih belum melihat tempat tinggal terdekat berdasarkan akses jalan yang dilalui peserta didik untuk pergi ke sekolah. Ada jarak rumah peserta didik dari geogle map terlihat dekat.

Akan tetapi karena dibatasi oleh sungai dan tidak ada akses jalan darat terdekat ke lokasi sekolah. Akhirnya mereka jalan memutar untuk bisa sampai di sekolah. Sementara sekolah yang mudah di jangkau tidak masuk dalam zonasi mereka.

Sebaliknya bagi peserta didik dengan kompetensi rendah ada juga yang memilih mundur dari sekolah tersebut. Karena mereka kurang bisa beradaptasi dan berkompetisi dengan berbagai kegiatan yang diikuti oleh teman-temannya.

Termasuk juga dalam mematuhi tata tertib sekolah.Kadangkala mereka merasa kesulitan dalam belajar sehingga ada yang memilih pindah ke sekolah lain yang lebih bisa membuat mereka santai dalam belajar dan bisa tidak ikut kegiatan apapun di sekolah.

Tugas guru disini adalah agar bisa mengelola kemampuan semua peserta didik tersebut. Apalagi bagi mereka yang memiliki kamampuan rendah dan kurang.

Bagi guru-guru yang selama ini mengajar di “sekolah unggul” yang menghadapi peserta didik yang pintar-pintar saja.

Sekarang tentu harus bisa mengubah paradigma mengajarnya karena di era zonasi. Mereka sudah menghadapi peserta didik yang heterogen dengan beraneka ragam kompetensinya.

Model pembelajaran, pendekatan, strategi, media pembelajaran untuk peserta didik dalam belajar perlu lebih diperhatikan.

Mereka perlu dibimbing, diperhatikan, diberikan motivasi, diikutkan dalam berbagai kegiatan yang diadakan sekolah.

Minat dan bakatnya perlu ditampilkan Dengan demikian harga diri mereka akan bisa terangkat di mata teman-temannya sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.

Kepala sekolah perlu membuat program-program pembimbingan khusus. Dengan pola belajar yang menyenangkan. Agar anak yang kurang pintar dan kurang motivasi tadi bisa berhasil di sekolah yang sebelumnya diberi label “sekolah unggul”.

Di era zonasi, peserta didik perlu diberi perlakuan khusus dan motivasi ekstra sesuai dengan kebutuhan mereka oleh guru dan kepala sekolah.

Bila hal ini kita kaitkan dengan trending topic dalam dunia pendidikan saat ini yakni program merdeka belajar. Pada episode ke tujuh diluncurkan Program Sekolah Penggerak (PSP).

Ciri sekolah penggerak adalah kepala sekolah yang mengerti tentang kepemimpinan pembelajaran. Guru yang berpihak kepada peserta didik. Peserta didik yang berjiwa profil belajar pancasila dan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran.

Zonasi boleh dikatakan hampir bersamaan lahirnya dengan pandemi. Dampak pandemi covid-19 juga sangat berpengaruh terhadap daya juang dan fokus belajar peserta didik.

Hal ini terjadi karena berbagai faktor. Baik dari diri peserta didik itu sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu kepala sekolah dan guru perlu membuat inovasi-inovasi baru dalam meningkatkan motivasi peserta didik dalam belajar.

Peserta didik yang kurang pintar atau yang tidak terbiasa dengan budaya “sekolah unggul terkadang sangat sulit mengikutinya banyak faktor sebenarnya yang mempengaruhinya.

Saat proses pembelajaran guru tidak berhadapan langsung dengan peserta didik. Sehingga untuk menanamkan kembali bagaimana cara belajar di sekolah saat pembelajaran tatap muka, disiplin sekolah sudah mulai terasa sulit untuk diterapkan.

Guru agak sulit memberikan motivasi kepada mereka yang selama ini sudah terlanjur santai dalam belajar. Banyak gangguan saat belajar jarak jauh di era pandemi covid 19.

Untuk memulihkannya kembali ke posisi semula perlu dituntut kesabaran guru dalam menghadapinya. Apalagi jika selama ini pengawasan orang tua juga kurang.

Ada juga pengawasan orang tua pada saat pembelajaran jarak jauh yang kurang. Bagi anaknya yang mau belajar ya belajarlah dan bagi yang tidak ya terserah.

Apalagi kalau orang tua peserta didik tersebut sering tidak berada di rumah. Mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

Untuk itu bagi sekolah yang dahulunya di cap sebagai sekolah unggul, di era zonasi ini sangat diperlukan sekali kreatifitasi guru dan kepala sekolahnya agar mutu pendidikan kita bisa terus ditingkatkan.

Harga Migor Masih Mahal di Pasar Tradisional

Padang – Menunaikan tugas pengawasan terhadap jeritan masyarakat yang tercekik atas harga minyak goreng (Migor) Anggota DPR RI Hj Nevi Zuairina seruduk pasar tradisional.

“Saya mau pastikan teriakan saya saat rapat kerja dengan kementerian perdagangan beberapa waktu lalu, ngefek nggak?,” ujar Hj Nevi Zuairina Minggu 26 Desember 2021 di Padang.

Aksi seruduk pasar tradisionil dilakukan wakil rakyat RI dari PKS ke Pasar Nagari Sintuk Padang Pariaman.

“Selain memastikan harga Migor, ibu juga memastikan harga kebutuhan pokok rakyat pada Libur Nataru tahun ini,” ujar Nevi.

Saat dialog dengan pedagang pasar di Nagari Sintuk itu, Hj Nevi memahami keluhan pedagang.

“Kalau Migor harga mulai turun tapi tetap saja masih sulitkan masyarakat. Pedagang tetap menjerit karena anjloknya daya beli,” ujar Nevi.

Nevi mengakui anjloknya daya beli di banyak pasar tradisionil karena dampak Pandemi Covid-19 yang menuju dua tahun.

“Covid-19 berdampak kepada kemerosotan ekonomi sehingga daya beli di banyak pasar tradisionil terkena imbas penurunan,” ujar Nevi.

Hj Nevi berharap pedagang tetap sabar dan mengontrol modalnya. “Insya Allah dengan Protokol Kesehatan dan vaksinasi, pandemi covid-19 segera berakhir dan ekoboni negeri bisa bangkit lagi,” ujar Hj Nevi. (***)

Badan Persiapan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau Datangi DPRD Sumbar

Padang – Badan Persiapan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (BP2DIM) mendatangi DPRD Sumbar untuk menyampaikan permintaan audiensi kepada DPRD Sumbar. Kehadiran BP2DIM diterima Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumbar, Rafles, SH., MH, Rabu, 27 Oktober 2021.

Ikut mendampingi, Kabag Hukum dan Perundang Undangan, Elvi dan staf Sekwan lainnya. Sementara, pengurus BP2DIM yang hadir, H. Welya Roza, H. Muslim Tawakal dan Radias Dilan.

Suasana pertemuan yang hangat telah menyiratkan sebuah harapan yang sama terhadap masa depan masyarakat Minangkabau dan provinsi Sumbar yang lebih baik dan gemilang.

Dalam pertemuan itu, Sekwan sangat mengapresiasi kedatangan Pengurus BP2DIM. Raflis mengatakan sudah lama menunggu kehadiran Pengurus BP2DIM untuk mengetahui lebih dalam ide seputar perubahan ProvinsI Sumatera Barat menjadi Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (DIM).

Dalam suasana “Badunsanak”, Pengurus BP2DIM juga menyampaikan apresiasi dan ucapan rasa terima kasih yang dalam atas sambutan Sekwan DPRD  dan jajarannya.
Pengurus BP2DIM menjelaskan keberadaan dan perjuangan DIM yang sudah hampir selama 10 tahun, diprakarsai oleh Alm. Dr. Mochtar Naim sebagai tokoh nasional yang sangat mencintai Minangkabau.

BP2DIM telah merampungkan Draft Naskah Akademik dan Draft Undang Undang DIM (NA dan RUU DIM). serta sudah melakukan audiensi
Khusus upaya BP2DIM dalam hal permintaan audiensi kepada Gubernur Sumbar sampai saat ini belum memperoleh jawaban yang diharapkan.

Sebelumnya, pada Mei 2021, Pengurus BP2DIM telah diterima oleh Asisten I Pemprov Sumbar, namun sampai saat ini belum memperoleh jawaban tindak lanjut dari Gubernur Sumbar. Selain kepada Pemerintahan Daerah Provinsi Sumbar dan DPRD Sumbar, BP2DIM juga sudah menyampaikan surat tentang gagasan ProvinsI DIM kepada komponen masyarakat antara lain MUI Sumbar, Lembaga Adat, dan Ormas lainnya.

Berkenaan dengan itu, BP2DIM mengharapkan semua komponen masyarakat Minangkabau di Ranah dan Rantau bahu membahu dalam memperjuangkan DIM di bawah komando Pemerintah Daerah Sumbar dan DPRD Sumbar demi kesiapan masa depan Sumbar dan Minangkabau dalam menghadapi dinamika kehidupan masyarakat nasional dan internasional yang semakin kompleks.

Dalam pertemuan ini, Pengurus BP2DIM mengharapkan agar jadual Audiensi segera diperoleh dari DPRD Sumbar. (Hms)

Petani Bawang dan Pokdarwis Sampaikan Keluhan

Padang Pariaman –  Manfaatkan masa istirahat atau reses persidangan 1, HM. Nurnas mengunjungi Lubuk Nyarai, nagari Salibutan dan petani bawang nagari Singguliang Padang Pariaman.
Di lokasi pariwisata didapatkan berbagai keluhan disampaikan masyarakat, yang disampaikan walinagari.

Diantaranya, dampak pandemi Covid-19, membuat pengunjung menjadi sepi. Sehingga berdampak pada pendapatan masyarakat.
Selain itu, walinagari meminta melalui HM Nurnas agar dibuatkan jalan untuk ojek lebar 1 atau 1,5 meter jalan rabat beton menuju ke lokasi lubuk Nyarai yang sekarang ini masih jalan tanah. Hal ini, untuk memudahkan wisatawan menuju lokasi, yang ramai datang karena keindahannya serta untuk camping dan hiking.

Kelompok sadar wisata Lubuk Nyarai meminta, agar pemerintah menggandeng stakeholder selular membangun tower, agar internet bisa diakses.
“Keinginan masyarakat khususnya Pokdarwis meminta disamping membangun jalan tersebut juga butuh lampu penerangan jalan bisa ditingkatkan. Termasuk internet juga amat dibutuhkan, dengan kebijakan pemerintah menggandeng stakeholder selular,”
“Kita merespon hal ini tentu akan diperjuangkan dan disampaikan agar perekonomian masyarakat tumbuh, ulas Nurnas.

Ditambahkannya, akses jalan menuju ke lokasi. Terutama daerah Sikayan juga sudah terjadi kerusakan robohnya turab penahan tebing Sungai yang sudah sangat lama tidak ada perhatian dari Balai Sungai.
Ini perlu gerak cepat pemerintah khususnya Balai Sungai, agar segera memperbaiki, sehingga tidak terjadi akses jalan putus.
“Meskipun daerah ini tersuruk, namun memiliki keindahan alam yang luar biasa, ada lubuk, goa dan lain sebagainya, dengan adanya lokasi wisata ini maka ilegal logging menjadi habis, tingkat kenakalan remaja juga jauh berkurang, maka perlu adanya perhatian khusus, sehingga pendapatan masyarakat melalui pariwisata dapat ditingkatkan, ini merupakan kunjungan saya kedua, dan akses jalan menjadi fokus saat ini,” ungkap Nurnas.
Ditegaskan Nurnas, ketika stadium utama nanti selesai, maka akses jalan bukan lagi hal yang harus ditunda. Agar segera dilakukan pembangunan atau perbaikannya oleh pemerintah.

“Meskipun daerah tersebut belum ada home stay, namun saat ini masyarakat sudah membuat beberapa pos. Namun sudah banyak yang perlu diperbaiki, dan masyarakat menginginkan daerah ini menjadi Desa wisata,” tambah Nurnas lagi.

Usai mengunjugi daerah wisata Lubuk Nyarai Nagari Salibutan, HM. Nurnas yang merupakan sekretaris komisi 1 dari fraksi Partai Demokrat dari Dapil 2, mengunjungi Nagari Singguliang Kec. Lubuk Alung perkumpul dengan petani bawang.
Ketika mengunjungi Singguliang, Nurnas mendapatkan bagusnya irigasi, hamparan sawah cukup luas, aspirasi dari masyarakat, membutuhkan combaine, dan peralatan lainnya untuk meningkatkan hasil pertanian.

Masyarakat juga meminta solusi untuk menstabilkan harga pupuk, sehingga dapat terjangkau masyarakat, karena subsidi pupuk sudah dihapuskan, dan panen sekarang berkurang karena diserang wereng.

Selain itu, dengan irigasi Sekunder bagus akan tetapi juga perlu pembuatan dan perbaikan irigasi banda sawah, termasuk juga jalan tani untuk mengangkat benih, pupuk dan hasil pertanian, saat ini jalan tersebut belum ada.

Ada keunikan di nagari Singguliang, kelompok Tani Harapan Jaya dengan ketua kelompoknya Yusuf, wali korong Singguling 2 sdr. Fiski Pernando, mereka ini bertanam bawang yang sudah cukup lama, padahal daerah ini tidak pernah tahu oleh orang luar ada petani bawang.

Bawang yang ditanam masyarakat Singguliang, bibitnya berasal dari Brebes, dan hasil mereka jauh lebih tinggi dari derah lain, dengan perbandingan bibit 100 kg , menghasilkan 1,2 Ton ada yang lebih, sementara daerah lainnya hanya bisa menghasilkan 1 Ton dengan jumlah bibit sama.

Petani bawang Singguliang juga memakai pupuk anorganik, dengan perbandingan 70:30, artinya kimiawinya lebih sedikit.

Masyarakat ingin agar Nurnas bisa membawa kepala dinas pertanian dan Dinas lainnya ke lokasi mereka, agar tahu kalau hasil produksi mereka jauh lebih baik, dengan kadar air lebih rendah dibanding bawang lainnya.

“Para petani bawang berharap agar stabilisasi harga terjamin, dengan ikut sertanya dinas pertanian dalam memasarkan dan membantu stabilisasi harga,” ulas Nurnas.

Ditambahkannya, kalau daerah lain bercocok tanam sampai panen berkisar 60 – 100 hari, namun di Singguliang bisa panen 55 – 65 hari, dengan kualitas terbaik, bertanam bawang telah dimulai kembali sejak tahun 2017 yang sudah lama terhenti.

“Mereka juga sangat butuh peralatab cultivator paket 8, sehingga bisa lebih cepat para petani melakukan aktifitas dan tidak ada lagi yang manual dan produksi bisa lebih ditingkatkan,” tambah Nurnas.

Pada saat itu, HM. Nurnas berjanji akan menyampaikan aspirasi masyarakat pada pihak pemerintah dan akan merealisasikan bantuan pada 2022 dilanjutkan pada 2023.

“Dengan program unggulan gubernur di pertanian, mestinya lebih konsens untuk peningkatan pertanian, dinas harus saling terintegrasi, karena pertanian butuh air melalui irigasi yang merupakan kewenangan PSDA, dan juga dinas ini mestinya berkordinasi dengan balai sungai, dan untuk ini dirasakan sangat lemah tetmaduk pengawasannya,” tegas Nurnas.

Dalam hal perbaikan irigasi kabupaten Padang Pariaman memang tidak mampu, maka pemerintah provinsi harus melakukan bantuan, kan bisa dalam Bantuan Keuangan Khusus.

Diakhir pertemuan Nurnas juga meminta agar masyarakat jangan takut melakukan vaksin, sehingga pandemi bisa berakhir, agar perekonomian berjalan lancar kembali, dan Masyarakat kembali bergairah.

“Kita Padang Pariaman termasuk diperingkat bawah dalam hal vaksin, maka saya menghimbau agar segera vaksin, saat ini pihak TNI khususnya Lantamal  dan Polri sudah melakukan secara rutin, mari bersama kita ikut, jangan takut, agar pandemi lebih cepat teratasi,” himbau Nurnas mengakhiri. (Salih)